Saputri Ade (2019)
PENDIDIKAN NASIONAL
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada era globalosasi sekarang, pendidikan saat ini tidak hanya membutuhkan sumber daya alam tetapi sangat dibutuhkan sumber daya manusia, sedangkan sumber daya manusia saat ini sangatlah lemah. Maka dengan pembangunan pendidikan nasional ini untuk membantu pendidikan di masa depan.
Pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembangunan, karena laju perubahan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus disetarakan dengan penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan menjadi hal utama penyediaan sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu aspek pembangunan yang sekaligus merupakan syarat untuk mewujudkan pembangunan nasional.
Pembangunan nasional berarti suatu proses perubahan struktur kehidupan bernegara. Yang mencakup struktur politik dan pertahanan keamanan, ekonomi, serta struktur tata masyarakat dan budaya yang bertujuan mencapai negara kesatuan yang berkedaulatan rakyat serta adil dan makmur berdasarkan pancasila.
Dengan melihat pengertian pendidikan dan pembangunan nasional diatas, karena itu dalam makalah ini akan membahas tentang pendidikan dan masa depan pembangunan nasional.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian pendidikan nasional dan pembangunan nasional ?
2. Apa saja masalah yang terdapat dalam pendidikan nasional ?
3. Apa saja karakteristik dari pendidikan nasional dan pembangunan nasional ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian pendidikan nasional dan pembangunan nasional.
2. Mengetahui masalah yang terdapat pada pendidikan nasional.
3. Mengetahui karakteristik dari pendidikan dan pembangunan nasional.
D. MANFAAT
Bagi pendidik yaitu guna meningkatkan cara mendidik murid dengan mengikuti perkembangan yang ada sehingga membuat para anak didik nya menjadi lebih aktif kreatif dan produktif di masa yang akan datang menjadi masyarakat yang berkualitas sesuai dengan perkembangan jaman.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan adalah proses pembelajaran, keterampilan, dan kebiasaan dari generasi satu ke generasi berikutnya dibawah bmbingan orang ataupun secara otodidak melalui kegiatan pengajaran atau pelatihan.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaannasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
1. Pembangunan Pendidikan
A. Batasan
Pembangunan pendidikan adalah proses perombakan structural subsistem administratif yang berkenaan dengan pengelolaan pendidikan dan subsistem operasional yang berkenaan dengan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan pendidikan belajar mengajar setiap satuan pendidikan agar tercapai tingkat partisipasi, efisiensi, dan relefansi pendidikan yang tinggi.
B. Pola dasar masalah pokok pendidikan nasional
1. Masalah Partisipasi Pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan rasio atau perbandingan antara masukan pendidikan atau jumlah penduduk yang tertampung dalam satuan-satuan pendidikan, baik disekolah maupun diluar sekolah, dengan jumlah penduduk yang secara potensial yang sudah siap memasuki satuan-satuan pendidikan. Makin besar kesenjangan antara jumlah pendudukan yang menjadi peserta didik dengan jumlah pendidik yang seharusnya memperoleh pendidikan, makin besar pula masalah partisipasi pendidikan. Dengan demikian, masalah partisipasi pendidikan merupakan masalah kesempatan memperoleh pendidikan. Masalah ini sekurang-kurangnya berkenaan dengan masalah :
· Kondisi sosisal ekonomi keluarga.
· Kondisifisik dan mental calon peserta didik.
· Kondisi tempat pendidikan yang tersedia.
· Tingkat aspirasi masyarakat tentang peranan dan pentingnya pendidikan bagi hidup.
· Daerah jangkauansatuanpendidikan.
2. Masalah Efisiensi Pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan proses pengubahan atau transformasi masukan produk (input) menjadi produk (output). Dengan demikian berhubungan mutu transformasi administrative dan operasional dalam Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu cara menentukan mutu transformasi pendidikan adalah menghitung besar kecilnya penghamburan pendidikan atau educational wastage, dalam arti menghitung besar kecilnya jumlah murid atau siswa atau mahasiswa atau warga belajar yang :
a. Putus sekolah (dropout)
Putus sekolah adalah meninggalkan sekolah sebelum menyelesaikan keseulurahan masa belajar yang telah ditetapkan oleh sekolah yang bersangkutan.
b. Pengulang (Repetation)
Pengulangan adalah murid atau siswa atau mahasiwa atau warga belajar yang mengulangi waktu belajar yang sama karena tidak naik kelas atau tingkatan.
Makin besar jumlah murid atau siswa atau mahasiswa atau warga belajar yang putus sekolah dan atau mengulangi, menunjukan alur proses penyelesaian belajar (student flow) makin tidak lancer atau tidak efisien. Masalah transformasi pendidikan berkenaan dengan masalah mutu:
a. Tenaga kependidikan terutama mutu tenaga pengajar yang sangat berhubungan dengan mutu kemampuan professional dan sifat kepribadiannya
b. Peserta didik, yang sangat berhubungan erat dengan mutu kemampuan professional dan sifat kepribadiannya
c. Kurikulum atau program belajar-mengajar yang dipergunakan menjadi acuan kegiatan belajar-mengajar
d. Sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia dan digunakan dalam proses kegiatan belajar-mengajar dan proses administratif pengelolaan pendidikan.
e. Suasana sosial budaya yang tersedia dalam lingkungan pendidikan dan atau lingkungan kerja.
3. Masalah Efektivitas Pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara hasil pendidikan {output) dengan tujuan pendidikan.Hal ini berkenaan dengan kesesuaian antara apa yang dapat dihasilkan dengan apa yang diharapkan, baikdalam hal kuantitas maupun kualaitas.Makin besar kesesuaiannya makin efektiflah pendidikan. Masalah efektivitas pendidikan berkenaan dengan:
a) Kesesuaian jumlah tamatan yang dapat dihasilkan dengan jumlah tamatan yang diharapkan atau yang seharusnya dapat dihasilkan dalam setiap satuan pendidikan.
b) Kesesuaian mutu tamatan yang dapat dihasilkan dengan mutu tamatan yang diharapkan dalam menguasai kemampuan-kemampuan: kognitif,efektif, dan psikomotor.
4. Masalah Relevansi Pendidikan
Maslah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasikan pendidikan dengan tenaga kerja dan individu yang dibutuhkan dalam hidup di masyarakat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian, masalah relevansi pendidikan adalah maslah kesesuaian tamatan yang dihasilkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pribadi dan anggota masyarakat pada umumnya. Masalah relevansi pendidikan sedikit banyak berkenaan dengan:
a) Ketersediaannya lapangan kerja dalam masyarakat.
b) Perkembangan dan perubahan yang cepat dalam jenis dan tugas-tugas pekerjaan. Jenis dan tugas-tugas tenaga pekerjaan dalam masyarakat tidaklah tetap, tapi berubah, yang tidak jarang tidak dapat diikuti oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah yang mempunyai kurikulum yang relatif tetap.
c) Aspirasi dan tuntutan masyarakat yang terus meningkat dalam upaya mencapai mutu kehidupan
d) Mutu dan perolehan tamatan yang dihasilkan sekolah secara faktual tidak dapat memenuhi harapan dan kebutuhan dunia kerja. Mutu tamatan yang di bawah standar dan jumlahnyang kurang atau berlebihan merupakan masalah inti relevansi pendidikan.
C. Karakteristik
1) Pembangunan Pendidikan adalah pembangunan manusia seutuhnya yaitu pembangunan keseluruhan kemampuan individu manusia yang menjadi sumber dayanya. Dengan demikian Pembangunan Pendidikan merupakan pembangunan sumber daya manusia (human resources) secara optimal dan menunjang pembangunan sektor-sektor kehidupan lainnya.
2) Pembangunan pendidikan berpusat pada pembangunan operasional dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar, yang ditunjang oleh pembangunan transformasi pengelolaan pendidikan di tingkat pusat, wilayah, dan sekolah yang membnagun komponen-komponen pendidikan, yang antara lain berupa pembangunan:
3) Peraturan Perundang-undangan Pendidikan.
a. Kurikulum Pendidikan untuk semua jenis satuan pendidikan.
b. Sarana dan Prasarana Pendidikan.
c. Teknologi Pendidikan.
d. Dana Pendidikan.
e. Tenaga Pendidikan.
4) Pembangunan pendidikan adalah pembangunan pelayanan umum yang profesional atau yang tepat dan menyenangkan/memberi kepuasan kepada para pelanggannya, dalam hal pengembangan keseluruhan kemampuan secara optimal dan bermanfaat bagi hidup.
5) Pembangunan pendidikan merupakan pembangunan yang memerlukan waktu yang panjang berkesinambungan, paling tidak asatu generasi untuk dapat melihat hasil-hasilnya secara utuh.
6) Pembangunan Pendidikan menghasilkan orang-orang yang terdidik/ terpelajar yang disebut dengan mencapai kedewasaan. Tanda kedewasan terlihat pada:
a. Kedewasaan fisik, yaitu orang yang mempunyai bentuk tubuh dalam proporsi yang relatifmantap dan segala organnya telah siap menjalankan fungsi-fungsi secara normal.
b. Kedewasaan intelektual, yaitu orang yang mampu menampilkan cara berpikir obyektif, logis, dan relatif dalam memecahkan masalah yang sedag dihadapi.
c. Kedewasaan sosial, yaitu orang yang mampu berpartisipasi dalam kehidupan bersama dan konstruktif dalam bekerja sama.
d. Kedewasaan emosional, yaitu orang yang mempunyai kemanpuan mengendalikan gejolak emosi liar dan menyatakannya dalam bentuk atau cara yang beradab, serta dapat menghargai orang lain dengan cara arif bijaksana.
e. Kedewasaan kerja, yaitunorang yang mempunyai kemampuan untuk dapat menampilkan amal dan karya terbaik yang dapat dikerjakan pada saat itu.
f. Kedewasaan moral, yaitu orang yang mempunyai kemampuan untuk dapat memiliki nilai-nilai hidup uang luhur, dapat mengetahui dengan jelas nilai-nilai hidup yang menjadi miliknya atau darah dagingnya, dapat berbuat sesuai dengan nilai-nilai hidup yang telah menjadi
g. Pembangunan Pendidikan memberikan hasil-hasil pendidikan yang berupa orang-orang terdidik, yang diharapkan sejauh mungkin bermanfaat bagi pelaksanaan pembangunan bidang-bidang lainnya dalam rangka mencapai tujuan nasional. Pembangunan pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan pembangunan nasional bersama-sama denagn pembangunan sektor-sektor lainnya.
2. Fungsi dan Peranan Hasil Pendidikan
1) Fungsi Pendidikan Umum
a. Konversi atau pewarisan peradaban masa lampau
· Pendidikan mewariskan peradaban masa lampau, karena kehidupan masa lampau dapat dipertahankan melalui orang-orang yang terdidik. Orang-orang yang terdidik menjadi penghubung, penangkap dan penyimpan sementara kekayaan peradaban masa lampau. Pendidikan yang diwariskan akan menjadi pengawal peradaban, perantara penerus peradaban, dan pemelihara peradaban. Pengalaman masa lampau dihimpun dan diajarkan kepada generasi penerus sehingga peradaban masa lampau tidak hilang dalam kehidupan sekarang.
· Pendidikan sebagai usaha sadar yaitu membantu generasi muda mempergunakan kekayaan yang ada dalam peradaban lama dalam bentuk ilmu, seni, dan cita-cita sebagai isi bahan ajar yang disampaikan. Dengan demikian, pendidikan memungkinkan peradaban masa lampau diakui keberadaannya dan tidak menjadi “Harta Karun” yang tersia-siakan. Selain itu, pendidikan mencoba meneruskan peradaban masa lampau kepada generasi muda yang mencoba merekamnya. Pendidikan melestarikan peradaban lama sehingga tidak punah dan hidup dibawa oleh generasi muda, sehingga berfungsi sebagai penyimpan khazanah peradaban lama dan pengguna peradaban lama, denagn cara mengekspresikannya dalam bentuk perbuatan atau karya budaya dan penyebar peradaban lama.
b. Preservasi atau pemelihara peradaban masa lampau
Pendidikan melindungi masyarakat dengan cara menyumbangkan kemampuan mengendalikan diri pada orang-orang yang menjadi anggota dan mengikat kesadaran mereka dengan lembaga-lembaga sosial, hukum, dan tata tertib. Orang terdidik adalah orang yang mengembangkan kesadaran diri terhadap nilai-nilai hidup dan mencoba menggunakan serta menghidupkan kembali kebijakan-kebijakan lama. Orang terdidik merupakan orang yang mengetahui dirinya terikat dengan kewajiban melindungi kebijakan-kebijakan lama. Ada suatu rasa keterikaatn pada seseorang yang terdidik, sehingga merasa peduli terhadap lembaga-lembaga yang telah ada dalam masyarakat dimana mereka itu hidup , oleh karena itu merasa berkewajiban untuk membinanya. Ada 3 alasan mengapa pendidikan dapat melindungi masyarakat:
· Para pemikir dari pembangunan masyarakat mempunyaisikap positif tenatng peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat ,
· Pendidikan mempunyai peranan melindungi masyarakat dari kejahaatan.
· Tuntutan masyarakat terhadap pendidikan agar pendidikan turut serta menyebarkan kebajikan-kebajikan yang berlaku dalam masyarakat.
c. Pengembangan peradaban masa mendatang
Pendidikan tidak hanya mewariskan peradaban lama tetapi menyumbangkan peradaban lama melalui sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnay. Orang terdidik secara potensial bukan hanya dapat mengekspresikan peradaban yang ada tetapi juga menciptakan unsur-unsur peradaban baru yang dipelopori oleh Copernicus, Gallileo, dan Newton. Ilmu dan teknologi merupakan salah satu ciri peradaban baru yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk pola kehidupan manusia modern sehingga menjadi tumpuan baru dalam perikehidupan modern dan tidak jarang menggeser peranan aspek-aspek kehidupan rohaniah manusia.
2) Peranan Pendidikan dalam Pembangunan
a. Mengembangkan Teknologi Baru
Hasil pendidikan adalah orang yang sudah terdidik dalam penelitian dan pengembangan untuk dapat menghasilkan teknologi baru.
b. Menjadi Tenaga Produktif dalam Bidang Konstruksi
Dalam bidang konstruksi ini, para hasil pendidik masuk dan mulai bekerja di suatu perusahaan yang akan menghasilkan barang kebutuhan hidup dan jasa.
c. Menjadi Tenaga Produktif yang Menghasilkan Barang dan Jasa
Orang yang sudah terdidik menjadi tenaga produktif yang memproses produksi barang-barang kebutuhanhidup dan jasa yang diperlukan masyarakat.
d. Pelaku Generasi dan Penciptaan Budaya
Orang terdidik tidak hanya merevisi kebudayaan masa lampau, tetapi juga sekaligus individu-individu atau kelompok-kelompok individu yang melakukan perbaikan dan penciptaan unsure-unsur budaya lama yang telah dimilikinya. Dengan mereka harus memelihara dan memperbaiki nilai-nilai budaya dalam masyarakat.
e. Konsumen Barang dan Jasa
Orang hasil pendidikan merupakan generasi baru yang mengkonsumsi barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh pabrik atau perusahaan. Sebagai konsumen, mereka merupakan konsumen yang lebih banyak jenis kebutuhannya serta lebih kritis dalam menggunakan barang-barang keperluan hidup dan jasa, apabila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak/kurang terdidik.
3) Peranan Manusia Dalam Pembangunan
1. Manusia sebagai Produsen
Manusia dalam pembangunan dapat berperan sebagai masukan dalam pembangunan dan berperan sebagai produsen, yaitu orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung menggerakkan proses produksi dalam pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, dan lembaga-lembaga sosial budaya, yang bersifat keagamaan, keilmuan, pendidikan, kesenian, dan sebagainya. Sebagai produsen, mereka berperan sebagai:
a. Pencipta rancangan bangun atau gagasan-gagasan, baik yang bersifat cita-cita maupun teknologi baru. Dengan demikian mereka berperan sebagai:
1. Peneliti gagasan-gagasan dan teknologi baru.
2. Pengembangan gagasan-gagasan dan teknologi baru.
b. Pengelola operasi-operasi yang terjadi di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan keamanan,dan sebagainya. Sehubungan dengan hal ini, mereka berperan sebagai:
1. Perencanaan operasi-operasi yang berlangsung di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya.
2. Pemimpin operasi-operasi yang berlangsung di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya.
3. Pengawasan operasi-operasi yang berlangsung di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya.
c. Pelaksanaanoperasi-operasi yang berlangsung di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya. Mereka berperan sebagai:
1. Tenaga kerja teknis administratif yang menunjang pelaksanaan operasi di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya.
2. Tenaga kerja teknis operasional, yang memproduksi barang-barang atau jasa-jasa dihasilkan di pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, dan lembaga-lembaga sosial budaya, politik, pertahanan, dan sebagainya.
2. Manusia sebagai konsumen
Manusia dalam pembangunan dapat pula berperan sebagai konsumen dari hasil-hasil pembangunan. Mereka berperan sebagai:
a. Pengguna atau penikmat hasil-hasil pembangunan, baik ya g berupa barang-barang kebutuhan hidup maupun jasa.
b. Penilai mutu hasil-hasil pembangunan, baik yang berupa barang-barang kebutuhan hidup dan jasa.
B. PEMBANGUNAN NASIONAL
Pembangunan nasional adalah suatu proses perubahan ke arah yang lebin baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana mencakup seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan dan budaya.
1. Batasan
Seperti yang dikatakan Sumitro Djojohadikusumo “Pembangunan ekonomi berarti suatu proses perubahan struktural dalam perimbangan-perimbangan ekonomi yang terdapat dalam masyarakat”. Pembangunan ekonomi berarti suatu proses perubahan struktur produksi (pendapatan nasional), struktur penduduk dan mata pencahrian (lapangan pekerjaan) dan struktur lalu lintas barang, jasa dan modal dalalm hubungan internasional. Apabila pembangunan nasional ini diterapkan pada pembangunan negara dan kebangsaan, maka pembangunan yaitu perubahan struktural kehidupan bernegara dan kebangsaan yang tercakup di dalam struktural politik dan pertahanan keamanan, struktur ekonomi, serta struktur tata masyarakat dan budaya.
2. Tujuan
Pada pembangunan nasional juga harus bertujuan mencapai kesatuan yang berkedaulatan rakyat serta adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yang mampu:
a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b.Mmemajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
3. Strategi Pelaksanaan
Pencapaian tujuan akhir pembangunan nasional Indonesia dilakukan dengan jalan melaksanakan serangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan bernegara kebangsaan yang berdasarkan Pancasila. Rangkaian upaya pembangunan tersebut dibagi dalam tahap-tahap pembangunan jangka panjang selama 25 tahun, dan setiap pembangunan jangka panjang dibagi dalam lima tahap pembangunan jangka pendek yang berlangsung selama lima tahun. Strategi dasar pembangunan nasional Indonesia selama kurang lebih 30 tahun, baik jangka panjang maupun jangka pendek, bertumpu pada pembangunan ekonomi yang terkait dengan pembangunan bidang-bidang lainnya.
4. Karakteristik
a. Pembangunan nasional Indonesia merupakan bentuk pengalaman Pancasila secara serasi dan kesatuan yang utuh
b. Pembangunan nasional Indonesia merupakan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya.
c. Pembangunan nasional Indonesia dilakukan secara berencana, menyeluruh, terpadu, teratah, bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang seajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju.
d. Pembangunan nasional Indonesia adalah pembangunan dari,noleh, dan untuk rakyat dilaksanakan di semua aspek kehidupan bangsa yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan, dengan senantiasa harus merupakan perwujudan Wawasan Nusantara serta memperkuat Ketahanan Naional.
e. Trilogi Pembag=ngunan, yaitu pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan stabilitas nasional.
5. Asas
a. Kemampuan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Manfaat.
c. Demokrasi Pancasila.
d. Adil dan Merata.
e. Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan.
f. Hukum.
g. Kemandirian.
h. Kejuangan.
i. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
6. Kedudukan Pembangunan dan Teknologi
a. Pembangunan Pendidikan merupakan subordinat atau bagian dari keseluruhan Pembangunan
Naional Indonesia. Menurut GBHN 1993, Pembangunan Nasional Indonesia tujuh bidang , yaitu:
· Bidang Ekonomi.
· Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pendidikan, dan Kebudayaan.
· Bidang Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
· Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
· Bidang Hukum.
· Bidang Politik, Aparatur Negara, Penerangan, Komunikasi dan Media Masa.
· Bidang Pertahanan dan Keamanan.
Dalam bahasa system dapat dikatakan bahwa system Pembangunan Nasional Indonesia terdiri dari tujuh subsistem pembangunan dan pembangunan pendidikan merupakan salah satu komponen atau sector pembangunan dari subsistem atau Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pendidikan, dan Kebudayaan.
c. Peranan Pembangunan Nasional
Pembangunan Nasional merupakan lingkungan proksimal dari Pembangunan Pendidikan Nasional.Sebagai lingkungan proksimal, Pembangunan Nasional mempunyai peranan sebagai berikut:
1. Payung Pembangunan Pendidikan Nasiona, yang berfungsi menjadi salah satu pembatas lingkungan Pembangunan Pendidikan Nasional, dan parameter atau tolak ukur kontribusi keberhasilan fungsi Pembangunan Pendidikan Nasional terhadap Pembangunan Nasional.
2. Sumber yang memberikan masukan pada Pembangunan Nasional berupa hasil-hasil pembangunan dari sector-sektor yang lainnya, yang diterima oleh Pembangunan Pendidikan Nasional, berupa:
a. Informasi
· Informasi Penduduk
Jumlah dan kualitas calon murid / siswa / mahasiswa / warga belajar.
· Informasi Operasional
Praturan-peraturan tentang pendidikan, kurikulum, sarana, dan prasarana serta tenaga kependidikan.
b. Energi (tenaga)
· Penyediaan Tenaga Pendidikan
· Penyediaan sukarelawan
c. Bahan-bahan
· Penyediaan dana dari GNP berupa anggaran belanja pendidikan.
· Penyediaan dana dari keluarga dan masyarakat.
· Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
· Penyediaan Teknologi dan Pendidikan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pendidikan Nasional di dalamnya memuat tentang pembangunan pendidikan,fungsi dan peranan pendidikan.
Pembangunan Nasional merupakan paradigma pembangunan yang terbangun atas pengamalan pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya dengan pancasila sebagai dasar,tujuan dan pedomannya. Didalam pembangunan nasional membahas tentang batasan,tujuan,strategi pelaksanaan,karakteristik,asas dan kedudukan pembangunan dan teknologi.
SARAN
1. Memahami pendidikan nasional dan mampu mengetahui masalah-masalah pendidikan nasional yang ada di indonesia.
2. Mampu melaksanakan serangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan bernegara kebangsaan yang berdasarkan pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar